
BALIKPAPAN—Rektor Universitas Balikpapan Dr. Ir. Isradi Zainal secara resmi membuka Japai Space Coffee yang bereda di roottop lantai 10, Gedung Rektorat Universitas Balikpapan, Sabtu malam (5/6/2026).
Hadir pada acara ini diantaranya Dr. Indrayani M.Pd selaku Wakil Rektor II. Dr. Andi Surraya Mappangile SKM M.Kes selaku Wakil Dekan Fakultas Vokasi K3. Kabag Kemahasiswaan Joni Sasmito SH. MH. Serta sejumlah dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi.

Dalam sambutannya, Isradi Zainal mengaku bangga karena usaha tersebut dikelola oleh mahasiswa Universitas Balikpapan sendiri. Menurutnya, keberadaan Japai Space dan Coffee bukan hanya menjadi tempat menikmati kopi dan makanan, tetapi juga dapat berkembang menjadi ruang kreatif bagi mahasiswa. “Saya sangat mengapresiasi hadirnya Japai Space and Coffee. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mampu membangun usaha dan mendiskusikan jiwa kewirausahaan di tempat ini,” ujarnya.
Ia berharap tempat tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pusat diskusi, pengembangan UMKM, hingga sarana belajar bahasa asing, khususnya bahasa Inggris dan Prancis.

Menurut Isradi Zainal, lokasi kafe yang berada di rooftop lantai 10 memiliki daya tarik tersendiri karena menawarkan pemandangan Kota Balikpapan yang luas dan indah. Bahkan, ia optimistis tempat ini berpotensi menjadi salah satu destinasi favorit bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Balikpapan. “Pemandangannya luar biasa. Dari sini kita bisa melihat Kota Balikpapan dari ketinggian. Ini tentu menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki banyak tempat,” ujar Rektor Uniba.

Pengelola Japai Space and Coffee, Nurhayati, yang juga mahasiswa semester VII Fakultas Hukum Universitas Balikpapan menceritakan bahwa usaha tersebut berawal dari bisnis kopi sederhana menggunakan gerobak. Perempuan yang juga berprofesi sebagai DJ itu mengaku mendapat kepercayaan dari Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Dharma Wirawan Kalimantan Timur Universitas Balikpapan, Dr. H. Rendi Susiswo Ismail SE. SH. MH, untuk mengelola area rooftop Gedung Rektorat untuk dijadikan cafe “Awalnya saya memulai dari street coffee dengan gerobak sederhana di pinggir jalan komplek pertokoan di Balikpapan Baru. Kemudian hasil penjualannya saya tabung sedikit demi sedikit. Setelah melalui proses yang panjang dan mendapatkan kepercayaan dari Pak Rendi untuk mengelola tempat ini, akhirnya Japai Space and Coffee bisa terwujud,” ungkapnya.

Menurut Nurhayati, proses pembangunan dan persiapan berlangsung sekitar enam bulan hingga akhirnya dapat diresmikan oleh Rektor Uniba.

Nurhayati menjelaskan, nama “Japai” diambil dari bahasa Banjar yang berarti mencicipi makanan atau minuman sebelum bepergian. Dalam budaya masyarakat Banjar dikenal ungkapan “Japai dulu, keina kepuhunan” (Cicipi dulu, nanti ada apa -apa di jalan). Tradisi tersebut mengajarkan seseorang untuk mencicipi makanan atau minuman yang ditawarkan sebelum berangkat sebagai bentuk penghormatan kepada tuan rumah sekaligus doa keselamatan dalam perjalanan. “Maknanya lebih kepada menghargai orang yang menawarkan makanan atau minuman kepada kita. Jadi sebelum pergi, kita mencicipinya terlebih dahulu atau japay dulu,” ujar Nurhayati.

Tidak hanya menawarkan makanan dan minuman dengan harga yang ramah di kantong mahasiswa, Japai Space and Coffee juga menyediakan berbagai fasilitas penunjang. Di antaranya area nonton bareng menggunakan proyektor, live music dan penampilan DJ pada waktu tertentu, photobox instan, serta layanan cetak dan scan dokumen yang dapat dimanfaatkan mahasiswa tanpa harus keluar dari area kampus.
Salah satu menu unggulan yang diperkenalkan adalah Japai Tempong, yakni hidangan dengan sambal khas yang terinspirasi dari sambal tempong namun memiliki cita rasa tersendiri. “Kami ingin menghadirkan tempat yang nyaman untuk belajar, berdiskusi, berkumpul, sekaligus menikmati kuliner dengan harga yang terjangkau,” kata Nurhayati.

Dengan konsep ruang kreatif yang memadukan kafe, tempat berkumpul, dan fasilitas pendukung aktivitas mahasiswa, Japai Space and Coffee diharapkan menjadi ikon baru di lingkungan Universitas Balikpapan, sekaligus ruang kolaborasi bagi mahasiswa. "Jadi tempat ini bukan saja khusus mahasiswa kita, tetapi juga masyarakat luar kampus juga bisa berkunjung ke tempat ini," ujar Nurhayati lagi.

Soft opening ini ditandai dengan dengan pembacaan doa oleh Abah Guru Budi, dilanjutkan pemotongan pita dan pemotongan tumpeng oleh Rektor Uniba bersama Nurhayati, yang kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah para tamu undangan serta hiburan live musik yang dibawakan oleh Edelweis Band.

HUMAS UNIVERSITAS BALIKPAPAN