
BALIKPAPAN—Fakultas Vokasi Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Balikpapan menggelar Seminar Praktisi Mengajar dengan menghadirkan narasumber dari Petrosea yang digelar di ballroom Putri Aji Karangmelenu, Gedung Fakultas Kedokteran, lantai 8, kampus Uniba, Jumat (22/05/2026). Hadir pada acara ini diantaranya Rektor Universitas Balikpapan Dr. Ir. Isradi Zainal. Dekan Fakultas Vokasi Prodi K3 Dr. Komeyni Rusba S.Si. M.Sc. Wakil Dekan Dr. Andi Surraya Mappangile SKM. M.Kes. Dekan Fakultas Kedokteran dr. Iwan Zulfikar M.Si. Kaprodi K3 Nooryanto S.ST. M.Si. Dan narasumber Zia Ulhaq selaku Manager K3 di Petrosea serta hadir pula ratusan mahasiswa semester VI Prodi K3. Komeyni Rusba menyampaikan, bahwa seminar ini untuk memberikan pemahamam tentang Audit Implementasi K3 khususnya di bidang pertambangan. Kegiatan ini sengaja digelar untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di sektor pertambangan. Dalam kegiatan ini, peserta diajak membangun mindset sebagai praktisi sekaligus auditor K3 sejak dini. Menurut Komeyni, ada tiga hal yang perlu disampaikan kepada mahasiswa, yaitu, persiapan menjadi praktisi dan auditor K3, pembiasaan praktik audit dalam kegiatan sehari-hari, serta pentingnya literasi hukum terkait K3 pertambangan. Menurutnya, seluruh standar dan regulasi K3 telah tersedia secara online melalui pemerintah maupun lembaga internasional sehingga mahasiswa perlu aktif mempelajari dan memahaminya. “Kegiatan ini termasuk sangat penting bahwa audit dan pembangunan sistem K3 bukanlah pekerjaan yang rumit, melainkan profesi yang menarik dan menantang,” pungkas Komeyni. Kemudian acara dilanjutkan dengan seminar yang dimoderatori oleh Andi Surraya Mappangile. Dengan narasumber Zia Ulhaq. Pada kesempatan ini. Zia Ulhaq mengatakan, Seminar Audit Implementasi K3 Pertambangan digelar untuk meningkatkan pemahaman kepada mahasiswa tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di sektor pertambangan. Kegiatan ini menekankan pentingnya membangun mindset sebagai praktisi sekaligus auditor K3 sejak dini. Zia Ulhaq juga menyampaikan, seminar ini membahas tiga poin utama, yakni persiapan menjadi auditor dan praktisi K3, pembiasaan praktik audit dalam kehidupan sehari-hari, serta pentingnya literasi hukum K3. Regulasi dan standar K3 telah tersedia secara online, sehingga mudah dipelajari oleh mahasiswa. “Mahasiswa diharapkan dapat membangun sistem dan melakukan audit K3 bukanlah pekerjaan yang rumit, melainkan profesi yang menarik bagi mahasiswa,” ujar Zia Ulhaq. Ia juga menjelaskan sejumlah sertifikasi yang dimilikinya, di antaranya Ahli K3 dari Kementerian Ketenagakerjaan, Auditor tersertifikasi SGS, Sertifikasi Investigasi dari BNSP, dan sertifikasi SMK3 dari Indotrain bekerja sama dengan Kemnaker. HUMAS UNIVERSITAS BALIKPAPAN


