
BALIKPAPAN—Ratusan mahasiswa pecinta alam dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Timur berkumpul dalam kegiatan Arisan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Se-Kalimantan Timur Tahun 2026 yang digelar di kawasan Hutan Lindung Sungai Wain, Sabtu (30/05/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana peningkatan kapasitas anggota Mapala melalui pembelajaran dan latihan penyelamatan di kawasan hutan.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pusat Koordinasi Daerah (PKD) Kalimantan Timur ini diselenggarakan oleh Mapala Uniba, Himpa Poltekba, dan Mapala Dewa ITK sebagai tuan rumah. Sejak pagi hari, peserta mulai berdatangan untuk melakukan registrasi sebelum mengikuti rangkaian acara yang telah dipersiapkan panitia.
Acara dibuka secara resmi dengan pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta pembacaan kode etik Mapala sebagai bentuk peneguhan nilai-nilai kepecintaalaman. Suasana penuh kebersamaan terlihat sejak awal kegiatan, memperlihatkan semangat persaudaraan yang menjadi ciri khas organisasi mahasiswa pecinta alam.

Ketua Panitia, Arteja (Jati), dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Sementara itu, Ketua PKD Kalimantan Timur, Yuspin Bonne Pare Lurak (Sunyi), menekankan pentingnya menjaga kekompakan antarorganisasi Mapala di Kalimantan Timur. “Kebersamaan dan sinergi yang kuat akan membuat organisasi mahasiswa pecinta alam semakin mampu berkontribusi dalam pelestarian lingkungan maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain menjadi ajang mempererat hubungan antar mahasiswa, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai materi edukatif. Salah satunya adalah pemaparan mengenai Hutan Lindung Sungai Wain oleh Agusdin. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan wawasan tentang fungsi ekologis kawasan hutan, upaya konservasi yang dilakukan, serta tantangan yang dihadapi dalam menjaga kelestariannya.
Materi berikutnya disampaikan oleh tim Basarnas Balikpapan yang membawakan tema Jungle Rescue. Peserta diperkenalkan pada berbagai teknik dasar penyelamatan di kawasan hutan, mulai dari penanganan kondisi darurat hingga prosedur evakuasi yang aman saat menghadapi insiden di alam bebas.
Tidak hanya menerima materi, peserta juga mengikuti latihan gabungan Jungle Rescue setelah sesi istirahat dan salat. Dalam praktik lapangan tersebut, mereka menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh melalui berbagai simulasi penyelamatan di medan hutan. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan teknis sekaligus kerja sama tim dalam menghadapi situasi darurat.
Memasuki malam hari, kegiatan berlanjut dengan Sharing Session dan Diskusi Pembaruan Logo PKD Kalimantan Timur. Forum yang berlangsung hingga menjelang tengah malam ini menjadi ruang diskusi bagi perwakilan berbagai organisasi Mapala untuk menyampaikan pandangan dan gagasan mengenai identitas visual baru PKD Kalimantan Timur. Berbagai masukan yang disampaikan diharapkan dapat menghasilkan logo yang mampu merepresentasikan semangat kebersamaan dan perkembangan gerakan mahasiswa pecinta alam di daerah tersebut.

Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga memperkuat jaringan serta solidaritas antar komunitas mahasiswa pecinta alam. Semangat kolaborasi yang terbangun diharapkan dapat menjadi modal penting dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan gerakan kepecintaalaman di Kalimantan Timur.
Arisan Mapala Se-Kalimantan Timur 2026 pun menjadi bukti bahwa kebersamaan, pembelajaran, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dalam satu kegiatan yang memberikan manfaat bagi seluruh peserta.
Kumpulan foto silakan klik di sini
HUMAS UNIVERSITAS BALIKPAPAN