
BALIKPAPAN—Dalam rangka pengenalan Gerakan Cinta Koperasi Balikpapan dengan tema "Goes To Campus", Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Balikpapan mengadakan seminar yang digelar di ballroom Putri Aji Karangmelenu, lantai 8, Gedung Fakultas Kedokteran, Universitas Balikpapan, Selasa (19/05/2026).

Hadir pada kegiatan ini diantaranya Rektor Uniba Dr. Isradi Zainal, S.T., M.T., S.H., M.H., M.M., DESS.(MBA), M.K.K.K., Ir. (IPU). Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Penjaminan Mutu, Sistem Informasi, Dr. Aswadul Fitri Syaiful Rahman ST. M.Eng. Dr. Butet Wulan Trifina SE.MM., selaku Direktur di Direktorat SDM, Keuangan, Sarana dan Prasarana Uniba. Kepala Dinas Koperasi, UMKM Dan Perindustrian Kota Balikpapan Heruressandy Setia Kesuma, S.STP.,MH., dan Gina Andriyani Martono selaku Kepala Bidang Koperasi. Serta hadir pula para dosen dan puluhan mahasiswa dari berbagai program studi.
Heruressandy Setia Kesuma dalam sambutannya menyampaikan, Gerakan Cinta Koperasi Balikpapan sengaja digelar untuk melakukan sosialisasi “Koperasi Masuk Kampus”, salah satunya di Universitas Balikpapan. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan pentingnya koperasi kepada mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya koperasi mahasiswa yang aktif dan modern.

Dalam sambutannya, Heruressandy menyampaikan bahwa generasi muda perlu dilibatkan dalam pengembangan koperasi karena koperasi dapat menjadi tempat belajar berwirausaha, manajemen bisnis, dan pengelolaan keuangan. “Dari sinilah teman-teman mahasiswa mengenal koperasi dan mengenal juga dunia usaha,” ujar Heruressandy.

Heruressandy mengajak mahasiswa untuk memahami bahwa koperasi bukan hanya tempat menabung, tetapi wadah membangun usaha bersama yang bermanfaat bagi anggota. “Dengan melalui kegiatan ini, diharapkan muncul minat mahasiswa untuk mengembangkan koperasi yang kreatif, mandiri, dan berbasis digital di perguruan tinggi,”pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Uniba mengungkapkan bahwa koperasi mahasiswa bukan sekadar organisasi kampus biasa, melainkan ruang belajar bisnis yang sesungguhnya bagi mahasiswa. Menurutnya, pembicaraan tentang kewirausahaan tidak akan lengkap tanpa adanya koperasi mahasiswa. “Kalau bicara kewirausahaan, maka koperasi mahasiswa adalah intinya. Di situlah mahasiswa belajar berbisnis secara langsung. Koperasi adalah salah satu model bisnis yang kuat karena dibangun dengan semangat gotong royong,” ujarnya.

Menurut Rektor Uniba, koperasi mahasiswa memiliki keunggulan, karena seluruh aktivitas usaha dijalankan dari, oleh, dan untuk mahasiswa. Sedangkan dana yang terkumpul dapat kembali dimanfaatkan untuk kesejahteraan mahasiswa serta pengembangan kegiatan kampus.
Rektor Uniba kemudian mengenang pengalamannya saat masih menjadi mahasiswa dan aktif di Koperasi Mahasiswa Universitas Hasanuddin. Saat itu, koperasi mahasiswa mampu mengelola berbagai unit usaha mulai dari penyediaan alat tulis, jasa kebutuhan mahasiswa, hingga simpan pinjam. Bahkan, koperasi mahasiswa disebut mampu menghasilkan keuntungan besar hanya dari pengelolaan kebutuhan mahasiswa baru. Salah satu contohnya adalah pengadaan jaket almamater yang seluruh pengelolaannya dilakukan mahasiswa sendiri. “Bayangkan kalau satu jaket untung Rp50 ribu dan ada seribu mahasiswa baru, maka sudah ada potensi keuntungan puluhan juta rupiah. Itu baru satu unit usaha, belum yang lain,” ujar Rektor Uniba.

Rektor Uniba juga menyoroti perkembangan koperasi di era digital yang kini semakin modern dan adaptif. Sejumlah kampus besar di Indonesia seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret, hingga Institut Teknologi Bandung disebut telah berhasil mengembangkan koperasi mahasiswa berbasis digital dan didukung kuat oleh jaringan alumni. “Sekarang koperasi tidak harus selalu punya toko fisik. Di era digital, koperasi bisa berkembang melalui platform online dan berbagai model usaha modern,” jelasnya.

Rektor Uniba menilai, mahasiswa harus mulai mempersiapkan diri menjadi generasi mandiri yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja melalui usaha dan koperasi. “Kamu boleh bekerja di mana saja, tetapi harus punya usaha. Dan koperasi mahasiswa adalah tempat terbaik untuk belajar dan berlatih menjadi wirausahawan,” tegasnya.
Selain membahas kewirausahaan, ia juga menyinggung pentingnya literasi di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang mudah terpengaruh hoaks karena rendahnya budaya literasi. “Saya mohon adik-adik mahasiswa agar memperbanyak literasi. Ini penting, karena dari literasi kita bisa belajar banyak,” pungkasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian piagam penghargaan, souvenir dan lainnya, yang diserahkan langsung oleh Heruressandy kepada Rektor Uniba, Wakil Rektor dan Dosen.






Acara ini diakhiri dengan dialog dengan menghadirkan narasumber dari Universitas Gadjah Mada, Faisal Agymnastiar Rahmad Fradani dan dari Universitas Negeri Yogyakarta, Sesa Nugroho Satriva.
HUMAS UNIVERSITAS BALIKPAPAN