Jangan Cuma Menghafal, tapi Harus Dipahami
16 Juni 2010 , by Administrator
Banyaknya permasalahan di dunia pendidikan membutuhkan penanganan khusus, sebab hal ini berhubungan dengan kualitas dan mutu pendidikan itu sendiri. Untuk meningkatkan mutu pendidikan di kota Balikpapan, pihak Fakultas Kejuruan Ilmu Pendidikan Universitas Balikpapan (FKIP UNIBA)melaksanakan kegiatan workshop Peningkatan Mutu Pembelajaran Berbasis Model yang diadakan di kampus UNIBA baru-baru ini.
Workhsop ini menghadirkan pemateri tunggal Prof.Dr.John Rehena,M.Kes pakar pendidikan dari Jakarta yang menyampaikan berbagai metode tentang peningkatan mutu pendidikan. Menurut Jehena, mutu pendidikan Indonesia selama ini belum banyak meningkat dalam perbandingannya dengan mutu pendidikan di berbagai Negara lain.
Peringkat mutu pendidikan di Indonesia terkait human development index maupun ukuran-ukuran lain, Indonesia pada posisi terbawah. Padahal berbagai upaya perbaikan telah dilakukan terkait dengan kurikulum, pengadaan buku-buku pelajaran, alat-alat bantu mengajar, sarana prasarana sekolah, pelatihan dan studi lanjut serta sertifikasi guru, perbaikan penghasilan guru dan sebagainya.
“Pemerintah Indonesia sudah semaksimal mungkin berusaha memperbaiki mutu pendidikan,” kata Rehena kepada para peserta. Salah satu kekurangan di Indonesia, lanjut Rehena, karena dalam proses pembelajaran, anak kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir, proses pembelajaran di dalam kelas diarahkan kepada kemampuan untuk menghafal informasi tanpa dituntun memahami informasi.
Materi pelajaran yang diajarkan oleh guru/dosen yang berbeda akan dirasakan oleh siswa/mahasiswa dengan rasa yang berbeda pula, ibarat kopi susu, satu jenis minuman yang diracik oleh koki yang berbeda akan berakibat pada perbedaan rasa pada kopi susu tersebut.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Casmudi,S.Pd.MM praktisi pendidikan kota Balikpapan bahwa saat ini untuk kegiatan pembelajaran di kelas lebih banyak partisipasi siswa, sehingga para siswa bisa mengembangkan kreatifitas dan berpikir mereka bukan hanya menjadi pendengar setia dari gurunya. “Buka kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuannya,” ujar Casmudi.
Karena itulah guru pun diharapkan bisa mengetahui kondisi siswanya, sehingga bisa menentukan metode apa yang layak diterapkan dalam pembelajaran kepada siswa sehingga kondisi kelas pun bisa hidup dan para siswa pun tidak merasa tertekan dengan kegiatan belajar di kelasnya.(are)
Sumber: PostMetro Balikpapan