Uniba Buka Program Magister Teknik Mesin
04 Februari 2010 , by Administrator
Langkah maju terus dilakukan jajaran Universitas Balikpapan (Uniba). Setelah meneken kerja sama dengan Polda Kaltim di bidang pendidikan belum lama ini, Uniba kini menggandeng Universitas Pancasila Jakarta untuk membuka Program S-2 Magister Teknik untuk tahun ajaran 2010 ini. “Kuliah perdana kami agendakan dimulai Februari 2010 mendatang, dengan target minimal sebanyak 15 mahasiswa.
Mereka akan dibimbing para pakar dan dosen profesional dari Universitas Pancasila Jakarta,” kata Dekan Fakultas Teknik Uniba, Ir Manaseh M.Eng menjawab Metro di kantornya, Kamis (21/1) kemarin. Menurut Manaseh, dibukanya program S-2 Magister Teknik Mesin ini, memang merupakan perkembangan terbaru di Uniba, karena sebelumnya sudah berjalan program S-1 Teknik Mesin di kampus ini.
Program S-2 ini dibuka, selain menyiapkan kebutuhan internal Fakultas Teknik Mesin Uniba, juga untuk antisipasi pesatnya perkembangan industrI dan perdagangan di Balikpapan dan Kaltim pada umumnya. Secara internal, terang dia, Fakultas Teknis Mesin Uniba, sejauh ini memiliki 11 orang tenaga dosen, 5 orang sudah bergelar S-2 (3 dosen lulusan S-2 UGM, dan masing-masing 1 dosen lulusan S-2 ITS dan Universitas Brawijaya).
Sisanya, masih bergelar S-1 dan ada pula yang tengah mengikuti program S-2. “Jadi, secara internal, kita menyiapkan semua dosen di fakultas teknik untuk bergelar S-2, karena pada tahun 2012 nanti, semua dosen yang mengajar, pendidikannya minimal S-2, tidak lagi S-1. Itu sesuai kebijakan Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional,” ucapnya.
Sementara secara eksternal, program megister ini diharapkan menghasilkan lulusan berkualitas dan profesional di bidangnya, Sehingga ke depan, lulusan Megister Teknik Mesin Uniba, bisa saja jadi konsultan manajemen di berbagai perusahaan industri yang ada di Kaltim, khususnya Balikpapan.
“Kita berharap, lulusan ini juga mengantisipasi dibukanya Kawasan Industri Kariangau-KIK Balikpapan, dimana pasti memerlukan konsultan manajemen rekayasa manufaktur,” terangnya. Karena itu, lanjut Manaseh, program magister ini tidak hanya untuk dosen internal Uniba saja, tapi juga untuk umum.
Syaratnya, calon peserta (mahasiswa, red) adalah lulusan program S-1 atau D4 Teknik Mesin, lulusan program S-1 MIPA, Teknik Elektro, Teknik Fisika, Teknik Kimia, Pertanian, Teknik Industri dan jurusan teknik yang relevan. “Untuk jurusan yang akan dibuka ada dua, yakni Manajemen Rekayasa Manufaktur dan Konversi Energi.
Tapi, untuk tahap awal, kita akan buka dulu jurusan manajemen rekayasa manufaktur,” papar Manaseh yang baru lulus S-2 di Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta ini.
Adapun matakuliah pilihan yang disiapkan antaralain, sIstem informasi manufaktur, sIstem control industry, perancangan fasilitas manufaktur, optimasi desain, teknologi CAD/CAM, perencanaan produksi dan perkakas bantu, manajemen strategiK industrI, manajemen rantai suplai, riset operasi, otomasi industrI, serta teknologi pengecoran logam.
“Sistem pendidikan yang diterapkan, menggunakan system kredit semester dengan beban 44 sks, dapat diselesaikan dalam waktu 4 semester. Kegiatan pembelajarannya, meliputi tatap muka, diskusi, studi kasus, studi kunjungan, kegiatan penelitian dan seminar, dengan menghadirkan para pakar dari akademisi dan praktisi,” pungkasnya.(rud)
Sumber : Post Metro Balikpapan, 22 Januari 2010